Rabu, 18 Maret 2009

Just Looking For Something

Gerah terasa menggeliat pada otak ini...

Tumpuan rasa mengoyakkan jantung yang tiada berawal...

Pandangi sebuah sinar tanpa cahaya meredup di ambang lamunan...

Gali kelokan narasi tanpa batas di pelukan tiap insani...

Upaya tuk tembus mimpi berongga tiada berbekas..

Andai...

Andai....

Kudapat rengkuh dua bahagia di lubuk sanubari..

Kukan tak bertahan di hangatnya rasa yang merebak..

Andai....

Kumiliki smua yang kuingin..

Kukan tak syukuri segala di hidup yang penuh warna..

Andai....

Kupunyai cinta yang kumau

Kukan tak sadari banyak cinta bermekaran di dalam narasiku..

Andai....

Kutak hargai pilihanku..

Kukan terkubur dalam sesal tanpa ujung..

Waktu itu

Tiga tahun di waktu itu..

Bahagia menghujam jantung ini..

Dua sayang temani diri..

Tumpukan jutaan narasi jadi saksi cerita hati..

Awal sadari yang terpilih cinta..

Dua tahun di waktu itu..

Sederet untaian nada menjelma di piringan hitam..

Tak kenal arti dari semuanya..

Ambang rasa tak jua terjawab..

Satu tahun di waktu itu..

Tersadar bukan diri yang diingin..

Usai harap dalam janji..

Sekarang di waktu itu..

Bayang waktu itu menjelma di hati terdalam..

Coba hembuskan rasa yang sama di waktu itu dalam bayang yang berbeda..

Aku Telah Memilih

Aku telah memilih….

Baik benar maupun tak benar, aku tetap telah memilih..

Biar citaku telah melambai sekian hitungan..

Aku benar telah memilih..

Waktu itu dan waktu sekarang tetap pilihan yang sama..

Kadang inginku smua pilihan beriring..

Iringan cita di gedung itu dan situasi di waktu kini..

Namun, aku telah memilih….

Dan kutau smua kan jd baik di waktu nanti ..

Karena semua telah jadi pilihanku..

Senin, 26 Januari 2009

Terimakasih Sahabat:-)

Dalam kisahku yang tak pasti
Jutaan manusia memenuhi hari-hariku
Dalam banyaknya persahabatan yang kujalin
Hadirmu tiada kan dapat tergantikan oleh yang lain
Hidupku yang penuh lika-liku ini menjadi berarti karena sosokmu
Kau selalu buatku bersyukur dalam sujud doaku
Kau adalah hadiah yang tiada ternilai
Bukti cinta yang tak pernah lekang dimakan waktu yang terus berganti
Kusadari diri ini hanyalah hampa tanpamu
Ceritaku takkan memiliki makna tanpa bersua denganmu
“Terimakasih sahabat”
Hanya untaian kata itu yang dapat ungkapkan lubukku terdalam

Bisik Asa

Di balik kedegilan suatu jawab tanya
Kuterseok pada pasir yang berkerikil
Olengkan langkah gontai yang tak berjejak lagi

Belahan kisah yang tiada dapat tersangkal akhirnya
Tuntun kedua tungkaiku tuk mau pahami realita berbisik
Padamkan asa-asa yang mengganggu tubir-tubir luka

Bayang-bayang semu menghadang setiap indahnya khayal
Aku terbuai di harap yang tak bertinta lagi
Gugahkan ujung hati tersempit yang kumiliki

Arti Dirimu

Kesabaranmu menyurutkan amarah terpendam
Mengubur kenangan masa kelam
Ketekunanmu melumpuhkan kegundahan jiwa
Menuntunku tuk meluruskan jalanku
Kau setia mendampingi sosok rapuh ini
Tanpa mau mengintip cerita lalu
Ketulusanmu menyudutkan ragu yang menghantui
Menuntunku tuk merealisasikan janjiku padamu
Kata-katamu meneduhkan galauku
Menyudahi kesuraman yang melanda
Cinta tulusmu mengundang semangat hidupku yang nyaris lenyap
Menerbitkan matahari yang telah terbenam di jiwa
Tak terpikir sedetikpun di benakmu tuk tinggalkanku
Kau memayungiku di kala hujan terus menerpa hidup
Di waktu petir menggelegar dalam pikiranku
Kau mengikatku dalam tujuan yang berarti